We got the beat that makes your booty go!!

Can you keep up, baby boy? Bring the noise, hit us hard!! Make us lose our breath.. If you can't make me say OOO Like the beat of this drum Why you ask for some and you really want none?? If you can't make me say OOO Like the beat of this groove You don't have no business in this here's your papers Baby you are dismissed, dismissed, dismissed, dismissed, dismissed!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Saturday, March 11, 2006

RE: RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi

Listening to: Black Eyed Peas - My Hump
"I'ma get get get get you drunk, get you love drunk off my hump... my hump my hump.. my hump my hump my hump.."

What would become of this country? itu dia kalimat yang paling sering keluar dari kepala saya tiap kali saya mikirin negara ini.. bisa kita lihat.. sementara angka kemiskinan semakin bertambah, dan semakin banyak isu yang bikin pemerintah terkesan so overwhelmed, yang sekarang terjadi justru gencarnya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang mengatur dan melarang hal-hal yang didefinisikan sebagai Pornografi dan Pornoaksi. Saya pribadi melihat RUU ini sungguh abstrak dan tidak jelas.. yang semakin membuat saya mempertanyakan profesionalisme dan kemampuan pemerintah dalam menangani negara ini.. berikut ini adalah komentar yang dikemukakan oleh teman saya, sebut saja si Agent N, tentang RUU tersebut, dengan mana saya sangat sependapat...

Ini dia komentarnya:
Di bagian pornoaksi, "bagian tubuh tertentu yang sensual" ga dijelasin ya? Bagian apa aja? Apa gw bacanya ga teliti. Gw pernah baca, katanya sebagian paha dan sebagian dada ga boleh? Jadi rok mini ga boleh? Tank top or kemben juga? Meskipun seandainya ga memperlihatkan belahan dada? Lalu kalo lagi ada pesta, kawinan misalnya, tamunya kan suka pada pake dress yang tanktop or kemben kan? Bakal ditangkep kah orang2 pas lagi pesta?
Trus laki2 dianggap punya sensualitas ga? Gimana orang2 laki yang suka telanjang dada siang2 di pinggir jalan? Tukang bangunan misalnya? Siapa tau ada cewek yang horny liat mereka. Ga boleh juga dong..Lalu laki2 pake celana pendek di atas dengkul di depan umum juga ga boleh?
Kalo laki2 ga, ga aci dong..menurut gw cowok jg punya sensualitas.
Apalagi abis ini? Di tangerang, cewek ga boleh keluar rumah sendiri malem2.. ditangkep kalo nekad? Gimana cewek2 yang kerja shift malem? Kuliah? Kenapa ga pada tangkepin preman aja sih malem2. Biar semua orang merasa aman jalan malem2. Termasuk cewek, ga takut diperkosa.
Kenapa ga aturan pelecehan seksual diperkuat. Bukan kepedean, tapi gw capek melototin orang yang siul2in gw. tukang bangunan gituh, ga bangga juga. Pengen gw tamparin satu2. Itulah yang terjadi kalo perempuan terus dianggap sebagai obyek seksualitas dan 'sensualitas'. Orang merkosa cuma dihukum satu tahun. Shit! Kalo gw jadi pembuat kebijakan, mau aja gw hukum potong (maaf) alat kelaminnya.
Jadi cewek udah susah, jangan ditambah susah. Berkarier susah, dibilang melawan kodrat. Tinggal di rumah, bergantung sama suami susah, suami kawin lagi, dengan alasan sunah rasul, ga bisa apa2, cuma nerima aja karena hidup bergantung di tangan suami. Jadi cewek agresif, gonta-ganti pacar, dicela, dibilang kegatelan. Jadi pasif, ga laku2, dikatain perawan tua. Macem2 lagi dilema yang selalu dibebanin ke cewek.
Untuk pembatasan media gw setuju...tapi enggak buat kebebasan perempuan untuk menampilkan dirinya sendiri. Toh orang waras juga ga bakal telanjang jalan2 di pinggir jalan.
Apa sih tujuan akhir RUU ini?? Membina akhlak dan moral bangsa?? Buat apa?? Supaya apa?? Anggota DPR aja ada yang mantan preman pembunuh (seriusan), ada yang koruptor (dulu dan sekarang) (banyak kalo yang ini), ada yang tukang kawin (4 istri resmi, yang katanya sunah rasul, dan 5 istri kawin siri, huahaha apa toh?? kecil2 cabe rawit nih orang), ada yang suka booking pecun2 high class. Ooohh yaaa... mereka punya cukup 'moral' untuk mengatur moral seluruh bangsa...
Kalo gw tangkep sih, dari sudut pandang kepentingan perempuan nih ya (katanya mau 'melindungi' harkat dan martabat perempuan?!), tujuan akhir (ultimate goal biar keren) UU ini, adalah untuk mengurangi angka pemerkosaan, hamil di luar nikah, aborsi, dll.... Ngaruh ya UU ini?
Kalo menurut gw sih, cara yang lebih baik, selain memperkuat aturan ttg pelecehan seksual, bisa memperkuat aturan dalam pengawasan media. Bukan dalam isi acaranya ya tapi. Buat TV mungkin emang harus lebih ketat, tapi bioskop?? Buat aja batasan umum di film, kaya AS. Perkuat aturan buat bioskop ngelarang anak kecil nonton film yang bukan batasannya. Tutup bioskop yang ngelanggar. Jual majalah jorok harus pake batasan umum juga (meski gw ga setuju jg sih ada playboy Indonesia)....apalah aturan yang lebih cerdas daripada sekedar ngelarang2 orang berekspresi...yaaa..karena gw ga terlalu cerdas jadi ga bisa ngusulin lebih banyak ide aturan.
Dari pengetahuan gw yang sempit (mungkin ada juga yang pernah denger soal ini), Liat deh Jepang. Segala macem yang porno..lengkap, ampe kartun aja porno. Cewek2, (kalo dia kuat nahan dingin) pake rok mini ga karuan pendeknya. Angka pemerkosaan? (sekali lagi dari pengetahuan gw yang sempit) cukup rendah... Setidaknya itu menurut temen gw di sana yang suka pake bikini di pantai (??)
Sekarang coba liat Arab? hmmmm..... tertutup? Pasti! Tapi..... TKW kita?? Aduh ga perlu banyak komentar deh.
(demikianlah potongan komentar dari Agent N)

Pendapat saya sendiri kurang lebih sama dengan pendapat di atas.. sangat mencerminkan keraguan yang timbul dari penerapan RUU tersebut, yang tidak dapat menjamin terwujudnya peningkatan moral bangsa.. Sebagai tambahan, saya rasa daripada ngurusin begituan, kenapa juga tidak lebih memperhatikan nasib para TKW kita di Arab misalnya. Di salah satu RS pemerintah saya mendapat info bahwa banyak sekali terdapat wanita-wanita TKW korban perkosaan dan penganiayaan. Di bangsal tempat mereka dirawat, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang sangat menyengat, yang berasal dari organ-organ dalam tubuh mereka yang sudah rusak, misalnya karena diperkosa dan dipukuli. Ada juga yang meninggal karena penganiayaan seksual yi. dengan memasukkan gagang sapu lewat (maaf) alat kelaminnya. Banyak dari mereka bahkan sudah hopeless, dan dokter yang merawat mereka pun seringkali bahkan tidak dapat mendiagnosa (melalui hasil USG) organ apa adalah organ mana, karena telah demikian rusaknya bagian dalam tubuh mereka. Secara psikologis juga jiwa mereka sudah terganggu dan banyak dari mereka yang tidak memiliki harapan untuk hidup lagi, meskipun mereka bisa hidup. Isu-isu seperti inilah yang telah menggerakkan hati banyak kaum perempuan, dan bukankah isu macam ini akan lebih make sense untuk ditangani sedini mungkin, dan bukan isu-isu yang sepertinya dibuat-buat dengan tujuan yang tidak jelas??

Wow kyanya udah kepanjangan deh blog ini.. yah sampai sini dulu aja d, meskipun banyak yang masih ingin diomongin, haha.. ga ad abisnya mikirin negara ini.. yang jelas pemerintah bener-bener perlu muter otak untuk dapat membuat rakyat sejahtera..

.: This is FeL :.